Home Kategori Budidaya Budidaya Melon Menggunakan Sistem Hidroponik

Budidaya Melon Menggunakan Sistem Hidroponik

22
0
budidaya melon

GOLDEN FARM 99 – Budidaya melon salah satu pekerjaan yang sangat menantang. Melon (Cucumis melo L.) merupakan nama buah sekaligus tanaman yang menghasilkannya yang termasuk dalam suku labu-labuan atau Cucurbitaceae. Buahnya biasanya dimakan segar sebagai buah meja atau diiris-iris sebagai campuran es buah. Bagian yang dimakan adalah daging buah. [wikipedia]

Budidaya melon hidroponik dapat dilakukan dengan memperhatikan proses pembibitan, persemaian, penanaman, pemberian nutrisi, pemeliharaan, hingga proses panen. Tanaman melon merupakan tanaman musiman yang umumnya termasuk katagori tanaman merambat. Tanaman ini termasuk tanaman yang mudah dibudidayakan, dan peminatnya pun cukup banyak.

Melon ini dapat ditanam menggunakan sistem wick/sistem sumbu, DB System atau Fertigasi System. Satu kelebihan metode hidroponik adalah menanam tanpa harus menyiram, karena penyiraman dilakukan sekaligus dengan pemberian nutrisi secara otomatis. Tanaman melon membutuhkan sinar matahari minimal 6 jam dalam satu hari. pH ideal media tanam melon hidroponik antara 6.0 – 7.0 dengan kepekatan nutrisi hingga 2000 ppm. Berikut cara tanam dan panen melon hidroponik.

Budidaya melon

Berikut ini tahapan budidaya melon pada saat semai dan pemberian nutrisi

Proses penyemaian benih melon

  • Persiapkan alat dan bahan penyemaian seperti benih melon, media tanam (Rockwool, sekam bakar, tissue basah, cocopeat), polybag, nutrisi, dll.
  • Masukkan benih ke dalam air hangat selama 2 jam. Benih yang bagus akan tenggelam ke dasar wadah dan benih yang mengambang merupakan benih yang tidak layak.
  • Jika benih sudah pecah dan berkecambah, perkenalkan benih dengan sinar matahari. Jemur selama kurang lebih 3-5 jam.
  • Sebarkan benih melon yang sudah dijemur pada media tanam, tunggu hingga tanaman tumbuh daun.
  • Setelah memiliki 4-5 helai daun, pindahkan tanaman pada media hidroponik dan beri nutrisi yang telah disediakan
  • Ketika tanaman sudah menginjak remaja, pindahkan tanaman pada media hidroponik dutch bucket.
  • Siapkan tiang atau lanjaran untuk media perambatan dan mengikat tanaman melon pada panjatan tersebut.
  • Bunga jantan tanaman melon umumnya terletak di bagian batang. Adapun bunga betina terletak pada tunas yang tumbuh antara batang utama dan daun. Lakukan pruning atau pemotongan pada beberapa bagian tunas. Umumnya, tunas yang dipertahankan adalah antara tunas ke-7 dan ke-9 yang umumnya muncul antara daun ke-11 hingga daun ke-14.
  • Bagi yang tidak menggunakan sistem greenhouse, tidak perlu mengawinkan bunga jantan dan bunga betina. Karena proses perkawinan dapat dilakukan oleh lebah.
  • Semua tunas di bawah 7 dan di atas 9 dipangkas. Meskipun sudah dilakukan pemotongan secara rutin, tunas-tunas tersebut pasti akan muncul dan muncul lagi. Oleh karena itu, anda perlu mengecek tanaman melon anda setiap hari dan pangkas tunas-tunas yang muncul lagi. Pemangkasan tunas bertujuan agar pertumbuhan buah melon tidak terganggu.
  • Saat buah melon sudah tumbuh sebesar telur, pangkas daun-daun yang tumbuh pada tunas, dan sisakan 2 helai saja.
  • Lakukan toping saat sudah berbuah, dan sisa daun yang dipertahankan adalah 30 helai saja.
  • Saat tanaman melon sudah berjaring dan berusia kurang lebih 50 hari atau 2 bulan, melon yang pertumbuhannya baik sudah siap untuk dipanen.

Pemberian nutrisi pada tanaman melon

Perlu Anda ketahui pemberian nutrisi pada tanaman sangan penting, karena tanaman akan tumbuh dan berkembang. Pembeian nutrisi pada tanaman melon hidroponik dapat dilakukan pada fase sesuai pertumbuhan tanaman melon. Masing -masing fase memiliki takaran yang berbeda-beda dalam hal pemupukan diantaranya sebaai berikut:

  • Saat tanaman melon tumbuh daun 4 helai, maka nutrisi pemupukan yang diperlukan ± 400 ppm.
  • Saat tanaman melon dipindahkan dalam media tanam hidroponik hingga berusia 3 minggu, maka nutrisi pemupukan yang diperlukan ±800 ppm.
  • Setelah lebih dari 2 minggu, maka naikkan dosis pemupukan menjadi 100 ppm hingga menjelang tanaman berbunga.
  • Saat tanaman melon berbunga, maka nutrisi yang diperlukan ±1200 ppm.
  • Saat tanaman melon berbuah, maka nutrisi yang diperlukan menjadi ±1500 ppm.
  • Saat tanaman melon sudah berjaring, maka nutrisi yang diperlukan ±1800 ppm sampai siap panen.

Demikianlah beberapa tips untuk budidaya melon menggunakan sistem hidroponik, semoga bermanfaat bagi Anda. Terimakasih

keyword : budidaya melon hidroponik | budidaya melon golden

Previous articleCari Tahu Yuk, Daerah penghasil perikanan terbesar di indonesia
Next articleCari Tahu Yuk, Jenis Ikan Nila Yang Banyak Di Budidayakan Di Indonesia
Penulis di golden farm 99 - Menyukai dunia blogging, menyukai berkebun dan ingin menuliskan apa yang kami tahu lewat blog ini . Mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here