Nutrisi menjadi kunci keberhasilan dalam budidaya tanaman hidroponik. Tanpa tanah sebagai media tanam, tanaman hidroponik mengandalkan sepenuhnya nutrisi yang diberikan melalui air. Nutrisi AB Mix telah menjadi pilihan utama karena kelengkapan kandungan unsur haranya. Namun, harga nutrisi AB Mix komersial yang relatif mahal sering menjadi kendala, terutama untuk skala budidaya yang lebih besar.
Kabar baiknya, Anda bisa meracik nutrisi AB Mix sendiri di rumah dengan biaya yang jauh lebih hemat. Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah cara meracik nutrisi AB Mix yang stabil dan berkualitas, dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan di pasaran.
Memahami Nutrisi AB Mix dan Komponennya
Nutrisi AB Mix terdiri dari dua komponen utama yang harus disimpan terpisah: larutan A dan larutan B. Pemisahan ini bukan tanpa alasan. Jika kedua larutan dicampur dalam konsentrasi tinggi, beberapa unsur akan bereaksi dan membentuk endapan yang tidak larut dalam air, sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman.
Komponen A: Sumber Kalsium dan Nitrogen
Larutan A terutama mengandung kalsium nitrat (Ca(NO₃)₂) yang tidak boleh dicampur dengan sulfat dan fosfat dalam konsentrasi tinggi. Komponen A juga sering ditambahkan unsur besi dalam bentuk Fe-EDTA untuk mencegah klorosis (daun menguning) pada tanaman.
Komponen B: Sumber Fosfat, Sulfat, dan Mikro
Larutan B mengandung berbagai garam mineral seperti kalium dihidro fosfat (KH₂PO₄), magnesium sulfat (MgSO₄), dan berbagai unsur hara mikro seperti mangan, boron, tembaga, dan seng. Komponen ini menyediakan unsur-unsur penting lainnya yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan optimal.
Nutrisi AB Mix yang baik harus mengandung 16 unsur esensial yang dibutuhkan tanaman: nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), sulfur (S), besi (Fe), mangan (Mn), boron (B), tembaga (Cu), seng (Zn), molibdenum (Mo), klorin (Cl), nikel (Ni), serta karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O) yang didapat dari air dan udara.
Bahan dan Alat yang Dibutuhkan

Bahan untuk Larutan A
- Kalsium nitrat (Ca(NO₃)₂): 1100-1200 gram
- Kalium nitrat (KNO₃): 575-616 gram
- Fe-EDTA: 38 gram
Bahan untuk Larutan B
- Kalium dihidro fosfat (KH₂PO₄): 335-560 gram (tergantung jenis tanaman)
- Amonium sulfat ((NH₄)₂SO₄): 30-122 gram
- Kalium sulfat (K₂SO₄): 36-75 gram
- Magnesium sulfat (MgSO₄): 790-1050 gram
- Cupri sulfat (CuSO₄): 0,4 gram
- Zinc sulfat (ZnSO₄): 1,5 gram
- Asam borat (H₃BO₃): 4,0 gram
- Mangan sulfat (MnSO₄): 8 gram
- Amonium hepta molibdat: 0,1 gram

Alat yang Diperlukan
- Timbangan digital dengan ketelitian 0,1 gram
- Ember plastik bersih (2 buah)
- Pengaduk dari bahan plastik atau kayu
- Jerigen 5 liter (2 buah) untuk menyimpan larutan pekat
- Botol spray atau wadah kecil untuk aplikasi
- Gelas ukur
- Air bersih atau akuades (lebih baik)
- TDS meter untuk mengukur konsentrasi larutan
- pH meter untuk mengukur keasaman larutan
- Sarung tangan dan masker (untuk keamanan)
Penting: Gunakan alat-alat yang bersih dan bebas dari kontaminasi. Jangan menggunakan alat dari logam untuk mencegah reaksi dengan nutrisi. Pastikan semua bahan kimia disimpan di tempat yang aman, jauh dari jangkauan anak-anak.
Cara Meracik Nutrisi AB Mix Langkah demi Langkah

Persiapan Larutan Stok A
- Siapkan ember plastik bersih untuk larutan A.
- Timbang kalsium nitrat sebanyak 1100 gram (untuk sayuran buah) atau 1176 gram (untuk sayuran daun).
- Tuangkan kalsium nitrat ke dalam ember.
- Timbang kalium nitrat sebanyak 575 gram (untuk sayuran buah) atau 616 gram (untuk sayuran daun).
- Tambahkan kalium nitrat ke dalam ember yang sama.
- Timbang Fe-EDTA sebanyak 38 gram dan tambahkan ke dalam ember.
- Tambahkan air bersih atau akuades hingga volume mencapai 4,8-5 liter.
- Aduk perlahan hingga semua bahan larut sempurna. Proses ini mungkin membutuhkan waktu 10-15 menit.
- Setelah semua bahan larut, pindahkan larutan ke dalam jerigen dan beri label “Larutan A” beserta tanggal pembuatan.

Persiapan Larutan Stok B
- Siapkan ember plastik bersih yang berbeda untuk larutan B.
- Timbang kalium dihidro fosfat sebanyak 335 gram (untuk sayuran daun) atau 560 gram (untuk sayuran buah).
- Tuangkan kalium dihidro fosfat ke dalam ember.
- Timbang amonium sulfat sebanyak 122 gram (untuk sayuran daun) atau 30 gram (untuk sayuran buah).
- Tambahkan amonium sulfat ke dalam ember.
- Timbang kalium sulfat sebanyak 36 gram (untuk sayuran daun) atau 75 gram (untuk sayuran buah).
- Tambahkan kalium sulfat ke dalam ember.
- Timbang magnesium sulfat sebanyak 790 gram (untuk sayuran daun) atau 1050 gram (untuk sayuran buah).
- Tambahkan magnesium sulfat ke dalam ember.

Penambahan Unsur Mikro pada Larutan B
- Timbang dengan teliti cupri sulfat sebanyak 0,4 gram.
- Tambahkan cupri sulfat ke dalam ember larutan B.
- Timbang zinc sulfat sebanyak 1,5 gram dan tambahkan ke dalam ember.
- Timbang asam borat sebanyak 4,0 gram dan tambahkan ke dalam ember.
- Timbang mangan sulfat sebanyak 8 gram dan tambahkan ke dalam ember.
- Timbang amonium hepta molibdat sebanyak 0,1 gram dan tambahkan ke dalam ember.
- Tambahkan air bersih atau akuades hingga volume mencapai 4,5-5 liter.
- Aduk perlahan hingga semua bahan larut sempurna. Proses ini mungkin membutuhkan waktu lebih lama dari larutan A.
- Setelah semua bahan larut, pindahkan larutan ke dalam jerigen dan beri label “Larutan B” beserta tanggal pembuatan.
Tips: Untuk memudahkan pelarutan, Anda dapat melarutkan unsur mikro terlebih dahulu dalam sedikit air hangat sebelum mencampurkannya dengan komponen B lainnya. Ini akan membantu memastikan semua unsur mikro larut dengan sempurna.
Cara Aplikasi Nutrisi AB Mix pada Tanaman Hidroponik

Setelah berhasil membuat larutan stok A dan B, langkah selanjutnya adalah mengaplikasikannya pada tanaman hidroponik. Penting untuk diingat bahwa larutan stok A dan B tidak boleh dicampur dalam konsentrasi tinggi. Pencampuran hanya dilakukan saat pengenceran dengan air.
Langkah Pengenceran dan Aplikasi
- Siapkan air bersih dalam wadah sesuai kebutuhan (misalnya 10 liter).
- Tambahkan larutan stok A sebanyak 5 ml untuk setiap 1 liter air (50 ml untuk 10 liter air).
- Aduk hingga larutan stok A tercampur merata dengan air.
- Tambahkan larutan stok B dengan jumlah yang sama, yaitu 5 ml untuk setiap 1 liter air.
- Aduk kembali hingga larutan tercampur sempurna.
- Ukur TDS (Total Dissolved Solids) larutan menggunakan TDS meter.
- Sesuaikan konsentrasi larutan sesuai dengan kebutuhan tanaman:
| Jenis Tanaman | Fase Pertumbuhan | Nilai TDS (ppm) | Perkiraan EC (mS/cm) |
| Sayuran Daun (Selada, Kangkung, Bayam) | Bibit | 400-600 | 0.8-1.2 |
| Sayuran Daun (Selada, Kangkung, Bayam) | Vegetatif-Panen | 800-1200 | 1.6-2.4 |
| Sayuran Buah (Tomat, Cabai, Terong) | Bibit | 600-800 | 1.2-1.6 |
| Sayuran Buah (Tomat, Cabai, Terong) | Vegetatif | 1000-1500 | 2.0-3.0 |
| Sayuran Buah (Tomat, Cabai, Terong) | Berbunga-Berbuah | 1500-3000 | 3.0-4.0 |

Penyesuaian pH Larutan
Selain konsentrasi nutrisi, pH larutan juga sangat penting untuk penyerapan nutrisi yang optimal. Sebagian besar tanaman hidroponik tumbuh optimal pada pH 5,5-6,5. Gunakan pH meter untuk mengukur pH larutan nutrisi.
- Jika pH terlalu tinggi (basa), tambahkan beberapa tetes asam fosfat atau asam sitrat untuk menurunkannya.
- Jika pH terlalu rendah (asam), tambahkan sedikit kalium hidroksida atau natrium bikarbonat untuk menaikkannya.
- Lakukan penyesuaian sedikit demi sedikit dan ukur kembali hingga mencapai pH yang diinginkan.
Perhatian: Selalu tambahkan larutan A ke dalam air terlebih dahulu, baru kemudian larutan B. Jangan pernah mencampur larutan stok A dan B secara langsung karena akan terbentuk endapan kalsium fosfat yang tidak dapat diserap tanaman.
Tips Penyimpanan dan Menjaga Stabilitas Nutrisi AB Mix

Nutrisi AB Mix yang dibuat sendiri dapat bertahan cukup lama jika disimpan dengan benar. Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga stabilitas dan memperpanjang masa simpan nutrisi AB Mix rumahan:
Penyimpanan Larutan Stok
- Simpan larutan stok A dan B dalam wadah terpisah yang tertutup rapat.
- Gunakan wadah berwarna gelap atau simpan di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung.
- Simpan di tempat yang sejuk dan kering dengan suhu stabil.
- Beri label yang jelas pada setiap wadah, termasuk tanggal pembuatan.
- Larutan stok yang disimpan dengan baik dapat bertahan 3-6 bulan.
- Periksa secara berkala untuk memastikan tidak ada kontaminasi atau perubahan warna.
Mencegah Pengendapan
- Pastikan semua bahan larut sempurna saat pembuatan.
- Aduk larutan stok secara berkala, terutama jika disimpan dalam waktu lama.
- Jika terjadi pengendapan, kocok wadah dengan baik sebelum digunakan.
- Untuk larutan B, pengendapan unsur mikro lebih mungkin terjadi. Pastikan untuk mengaduk dengan baik sebelum digunakan.
- Jika pengendapan sulit diatasi, lebih baik membuat larutan stok baru.

Menjaga Kualitas Larutan Nutrisi Encer
Larutan nutrisi yang sudah diencerkan dan diaplikasikan pada sistem hidroponik juga memerlukan perhatian khusus:
- Ganti larutan nutrisi secara berkala, idealnya setiap 7-14 hari tergantung jenis tanaman dan sistem hidroponik.
- Pantau TDS dan pH larutan nutrisi setiap 2-3 hari dan lakukan penyesuaian jika diperlukan.
- Jika menggunakan sistem resirkulasi, tambahkan air bersih secara berkala untuk mengganti air yang menguap.
- Perhatikan perubahan warna atau bau pada larutan nutrisi yang dapat mengindikasikan kontaminasi atau degradasi.
- Lindungi tangki nutrisi dari sinar matahari langsung untuk mencegah pertumbuhan alga.

Kesimpulan
Meracik nutrisi AB Mix sendiri merupakan alternatif hemat untuk mendukung budidaya tanaman hidroponik. Dengan mengikuti panduan cara meracik nutrisi AB Mix di atas, Anda dapat menghasilkan nutrisi berkualitas dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan membeli produk jadi. Untuk 5 liter larutan stok A dan 5 liter larutan stok B, biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp35.000-Rp50.000, jauh lebih hemat dibandingkan harga nutrisi komersial yang bisa mencapai Rp150.000 untuk volume yang sama.
Kunci keberhasilan dalam meracik nutrisi AB Mix adalah ketelitian dalam menimbang bahan, kehati-hatian dalam proses pencampuran, dan konsistensi dalam pemantauan aplikasi pada tanaman. Dengan sedikit latihan dan pengalaman, Anda akan dapat membuat nutrisi hidroponik yang stabil dan efektif untuk mendukung pertumbuhan tanaman hidroponik yang sehat dan produktif.

Pertanyaan Umum
Apa itu nutrisi AB Mix?
Nutrisi AB Mix adalah campuran dua larutan yang digunakan dalam budidaya hidroponik untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman.
Apa fungsi dari larutan A dan B dalam nutrisi AB Mix?
Larutan A menyediakan kalsium dan nitrogen, sedangkan larutan B menyediakan fosfat, sulfat, dan unsur mikro yang penting untuk pertumbuhan tanaman.





















