Home Electrical Conductivity (EC)

← Kembali ke Glosarium

Electrical Conductivity (EC)

Definisi singkat: Definisi singkat: Electrical Conductivity atau EC adalah ukuran kemampuan larutan dalam menghantarkan arus listrik yang digunakan untuk memperkirakan tingkat kepekatan garam atau nutrisi terlarut. Dalam hidroponik, EC digunakan untuk membantu mengetahui apakah larutan nutrisi terlalu encer, terlalu pekat, atau berada pada tingkat yang sesuai untuk tanaman. Air murni mempunyai kemampuan menghantarkan listrik yang rendah. Ketika […]

Definisi singkat: Electrical Conductivity atau EC adalah ukuran kemampuan larutan dalam menghantarkan arus listrik yang digunakan untuk memperkirakan tingkat kepekatan garam atau nutrisi terlarut.

Dalam hidroponik, EC digunakan untuk membantu mengetahui apakah larutan nutrisi terlalu encer, terlalu pekat, atau berada pada tingkat yang sesuai untuk tanaman.

Air murni mempunyai kemampuan menghantarkan listrik yang rendah. Ketika pupuk dan mineral dilarutkan ke dalam air, jumlah ion di dalam larutan bertambah sehingga nilai EC biasanya meningkat.

Fungsi EC dalam Hidroponik

Nilai EC membantu pekebun memantau tingkat kepekatan larutan nutrisi. Pengukuran ini penting karena tanaman hidroponik memperoleh unsur hara langsung dari air yang berada di sekitar akarnya.

EC dapat digunakan untuk:

  • memeriksa kekuatan larutan nutrisi;
  • mengetahui perubahan konsentrasi di dalam tandon;
  • membantu menentukan kapan air atau nutrisi perlu ditambahkan;
  • membandingkan kondisi larutan dari waktu ke waktu;
  • membantu mencegah larutan terlalu pekat atau terlalu encer.

Namun, EC hanya menunjukkan jumlah ion terlarut secara keseluruhan. EC tidak dapat menunjukkan apakah kandungan nitrogen, kalsium, kalium, atau unsur tertentu sudah seimbang.

Satuan Pengukuran EC

Nilai EC umumnya ditampilkan dalam satuan:

  • microsiemens per sentimeter atau µS/cm;
  • millisiemens per sentimeter atau mS/cm.

Hubungan antara kedua satuan tersebut adalah:

1 mS/cm = 1.000 µS/cm

Sebagian alat juga menampilkan nilai dalam satuan ppm atau TDS. Nilai ppm pada alat tersebut biasanya merupakan hasil konversi dari pengukuran EC dengan faktor tertentu.

Karena faktor konversi setiap alat dapat berbeda, dua alat TDS dapat menampilkan angka ppm yang tidak sama meskipun mengukur larutan yang sama.

Cara Membaca Perubahan Nilai EC

Secara umum:

  • EC rendah menunjukkan jumlah ion terlarut relatif rendah;
  • EC tinggi menunjukkan jumlah ion terlarut relatif tinggi.

Dalam tandon hidroponik, perubahan EC perlu dibaca bersama perubahan volume air dan kondisi tanaman.

Apabila volume air berkurang sementara EC meningkat, tanaman mungkin lebih banyak menyerap air daripada nutrisi. Larutan kemudian menjadi lebih pekat.

Apabila volume air dan EC sama-sama menurun, tanaman kemungkinan menyerap air sekaligus unsur hara dari larutan.

Pembacaan tersebut bukan diagnosis tunggal. Suhu air, kualitas air baku, jenis tanaman, umur tanaman, dan kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi hasil.

Cara Mengukur EC Larutan Nutrisi

Pengukuran EC dapat dilakukan menggunakan EC meter atau alat kombinasi TDS dan EC.

Langkah pengukuran yang umum dilakukan adalah:

  1. Pastikan sensor alat bersih.
  2. Aduk larutan nutrisi agar tercampur merata.
  3. Celupkan sensor sesuai batas yang dianjurkan.
  4. Tunggu sampai angka stabil.
  5. Catat hasil pengukuran.
  6. Bilas sensor setelah digunakan.

EC meter perlu dikalibrasi secara berkala menggunakan larutan kalibrasi yang sesuai dengan petunjuk produsennya.

Faktor yang Memengaruhi Nilai EC

Nilai EC dapat berubah karena beberapa hal, antara lain:

  • penambahan nutrisi;
  • penambahan air;
  • penguapan;
  • penyerapan air dan unsur hara oleh tanaman;
  • suhu larutan;
  • kualitas air baku;
  • akumulasi garam;
  • penggantian sebagian atau seluruh larutan.

Karena itu, hasil pengukuran sebaiknya dicatat secara rutin pada waktu yang relatif sama agar perubahan lebih mudah dibandingkan.

Kesalahan Umum Saat Menggunakan EC Meter

Kesalahan yang sering dilakukan meliputi:

  • memakai alat tanpa kalibrasi;
  • mengukur larutan yang belum diaduk;
  • membiarkan sensor dalam keadaan kotor;
  • menganggap EC menunjukkan komposisi setiap unsur;
  • menggunakan satu target EC untuk semua tanaman;
  • menambah nutrisi tanpa memperhatikan volume air;
  • menyamakan angka EC dengan ppm tanpa mengetahui faktor konversinya.

Target EC perlu disesuaikan dengan jenis tanaman, fase pertumbuhan, cuaca, sistem hidroponik, dan rekomendasi nutrisi yang digunakan.

Perbedaan EC, TDS, dan PPM

EC mengukur kemampuan larutan menghantarkan listrik. TDS merupakan perkiraan jumlah zat terlarut, sedangkan ppm adalah satuan yang sering digunakan untuk menampilkan hasil perkiraan TDS.

Sebagian besar TDS meter tidak menghitung setiap zat terlarut secara langsung. Alat tersebut membaca EC, lalu mengubahnya menjadi angka ppm menggunakan faktor konversi tertentu.

Oleh sebab itu, penting mengetahui mode atau skala yang digunakan oleh alat ukur.

Kesimpulan

Electrical Conductivity atau EC adalah salah satu parameter penting untuk memantau kepekatan larutan nutrisi hidroponik. EC membantu memberikan gambaran mengenai banyaknya ion terlarut di dalam air.

Meskipun sangat berguna, EC tidak menunjukkan keseimbangan masing-masing unsur hara. Hasil pengukuran perlu dibaca bersama kondisi tanaman, kualitas air, pH, volume larutan, dan perubahan yang terjadi di dalam tandon.

Pertanyaan Umum

Apa manfaat electrical conductivity (ec)?

Nilai EC membantu pekebun memantau tingkat kepekatan larutan nutrisi. Pengukuran ini penting karena tanaman hidroponik memperoleh unsur hara langsung dari air yang berada di sekitar akarnya. EC dapat digunakan untuk.

Bagaimana cara membaca perubahan nilai ec?

Secara umum:. EC rendah menunjukkan jumlah ion terlarut relatif rendah;. EC tinggi menunjukkan jumlah ion terlarut relatif tinggi..

Bagaimana cara mengukur ec larutan nutrisi?

Pengukuran EC dapat dilakukan menggunakan EC meter atau alat kombinasi TDS dan EC. Langkah pengukuran yang umum dilakukan adalah:. Pastikan sensor alat bersih. Aduk larutan nutrisi agar tercampur merata.

Istilah Terkait